Obat Osteoporosis – Sebelum mempertimbangkan macam pengobatan osteoporosis yang cocok, dokter umumnya akan melaksanakan percobaan kepadatan tulang (bone densitrometri test) untuk menentukan atau memprediksi reaksi tubuh pasien. Hasil percobaan akan menolong dokter mempertimbangkan macam obat osteoporosis yang ideal dalam meringankan gejala osteoporosis ataupun mencegah patah tulang yang mungkin terjadi. Jadi, apa saja kaprah-kaprah obat-obatan untuk menuntaskan gangguan metode gerak yang bisa menjadi opsi?

Opsi Obat Untuk Menuntaskan Osteoporosis

Perlu dikenal sebelumnya bahwa pengaplikasian obat-obatan osteoporosis pada dasarnya cuma bisa menolong link slot gacor meringankan gejala, memperlambat pelaksanaan pengeroposan tulang, memperkuat tulang, dan mencegah terjadinya patah tulang. Sebagian obat-obatan hal yang demikian antara lain:

1. Bifosfonat

Salah satu macam obat yang utamanya diaplikasikan untuk menuntaskan osteoporosis merupakan bifosfonat. Berdasarkan sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal berjudul Theurapetic Advances in Chronic Disease, kelas obat ini bisa menolong mencegah terjadinya patah tulang imbas tulang yang telah keropos.

Salah satu obat yang termasuk ke dalam kelas obat bifosfonat merupakan alendronat. Obat ini berprofesi dalam memperlambat laju pengeroposan tulang, sehingga mencegah patah tulang.

Lazimnya, alendronat diaplikasikan sebagai pengobatan untuk tulang keropos yang disebabkan oleh menopause, atau pengaplikasian steroid berlebih. Obat ini juga kerap kali diresepkan untuk orang yang berisiko tinggi mengalami patah tulang sebab telah tulang telah keropos.

Kecuali alendronat, ada pula sebagian obat lain yang termasuk ke dalam kelas bifosfonat, di antaranya:

Risedronat (Actonel, Atelvia).
Ibandronat (Boniva).
Asam zolendronat (Reclast, Zometa).
Dalam pengaplikasiannya sebagai obat osteoporosis, obat yang tergolong ke dalam bifosfonat bisa memberikan efek samping berupa:

Mual.
Perut terasa sakit.
Gejala seperti heartburn.
Sulit menelan.

2. Denosumab

Denosumab merupakan salah satu macam obat osteoporosis yang umumnya dikasih pada pasien yang tak dapat memakai bifosfonat sebagai pengobatan yang tepat sasaran. Obat ini dikasih dalam format injeksi.

Apabila dibandingi dengan bifosfonat, obat osteoporosis ini bisa lebih tepat sasaran dalam meningkatkan kepadatan tulang dan mengurangi risiko patah tulang.

Biasanya, denosumab diaplikasikan untuk menuntaskan osteoporosis pada wanita yang sudah mengalami menopause. Kecuali itu, obat ini juga dikasih pada pasien osteoporosis yang mempunyai risiko patah tulang yang lebih tinggi dibanding orang lain.

Denosumab juga dapat diaplikasikan untuk menuntaskan osteoporosis yang disebabkan oleh pengaplikasian obat-obatan steroid selama kurang lebih 6 bulan lamanya. Obat ini juga dapat dikasih terhadap pasien osteoporosis yang juga mengalami kanker prostat atau kanker payudara.

3. Raloxifene

Obat ini termasuk ke dalam kelompok obat selective oestrogen receptor modulators (SERMs). Berdasarkan National Health Security, SERMs memberikan efek pada tulang yang sama dengan hormon estrogen. Obat osteoporosis ini menolong menjaga kepadatan tulang dan mengurangi risiko patah tulang, terutama pada tulang belakang.

Raloxifene merupakan satu-satunya SERM yang tepat sasaran dalam mengobati osteoporosis. Obat osteoporosis ini dikonsumsi dengan metode diminum tiap hari, akan melainkan ada sebagian efek samping yang perlu diamati, termasuk:

Kram pada kaki.
Risiko penggumpalan darah.
Tubuh menjadi pesat panas.

4. Teripatide

Teriparatide (Forteo) lazim diperuntukkan untuk menuntaskan osteoporosis yang levelnya telah parah dan telah tak dapat lagi dituntaskan dengan obat lainnya. Obat osteoporosis ini menstimulus sel-sel tubuh dalam pelaksanaan penyusunan tulang sehingga tulang kian kuat.

Obat ini umumnya akan diresepkan oleh dokter, dan cuma dapat diaplikasikan dalam rentang waktu 18 bulan. Apabila pengobatan memakai teriparatide sudah berakhir, dokter akan meresepkan obat lainnya untuk menentukan bahwa tulang baru yang terwujud konsisten terjaga kepadatannya.

5. Terapi substitusi hormon

Salah satu unsur penyebab terjadinya osteoporosis merupakan ketimpangan hormon pada tubuh. Oleh karena itu, pengobatan dari penyakit tulang keropos ini bisa dituntaskan dengan terapi hormon.

Obat-obatan yang dikasih ketika terapi hormon bisa menolong memperlambat pelaksanaan pengeroposan tulang dan mengurangi risiko patah tulang pada wanita yang sudah mengalami menopause. Malah, terapi ini juga bisa dikerjakan sebagai upaya pencegahan kepada osteoporosis.

Terapi ini juga dapat dikerjakan pada wanita yang masih di bawah 60 tahun tetapi tak dapat mengkonsumsi obat-obatan osteoporosis lainnya sebab situasi kesehatan yang tidak memungkinkan.

6. Suplemen vitamin D dan kalsium

Hampir tiap obat yang diresepkan dokter untuk melindungi tulang Anda akan dibarengi juga dengan pemberian suplemen kalsium dan vitamin D. Kombinasi antara obat resep dan suplemen kedua vitamin ini diperlukan untuk mengoptimalkan efek pengobatan osteoporosis.

Orang dewasa muda membutuhkan asupan sekitar 1.000 miligram kalsium per hari untuk menjaga tulang konsisten sehat dan kuat. Jika Anda ketika ini berusia 51 ke atas dan mempunyai osteoporosis, Anda perlu mengkonsumsi suplemen kalsium berdosis 1.200 miligram per hari.

Walaupun demikian itu, pengaplikasian suplemen kombinasi kalsium dan vitamin D tentu saja sepatutnya berdasar resep dokter. Apabila tak, suplemen ini dikhawatirkan bisa mengganggu kerja obat osteoporosis yang lainnya.

Suplemen yang berisi kombinasi kalsium dan vitamin D mempunyai efek samping, merupakan:

Denyut jantung yang tak teratur.
Badan lemah.
Sakit kepala.
Mulut kering atau sensasi rasa logam di mulut.
Nyeri otot atau tulang.

Suplemen bagus dikonsumsi dikala Anda tak dapat menerima cukup asupan kalsium dan vitamin D harian. Tetapi, akan senantiasa lebih bagus untuk mengutamakan perolehan kalsium dan vitamin dari makanan.

Sumber kalsium dan vitamin D dapat didapatkan dari makanan dan minuman seperti ikan, brokoli, bayam, kacang almond, susu dan buah jeruk.

Sebagian Macam Obat Herbal Untuk Osteoporosis

Kecuali obat-obatan kimia, ada pula sebagian tanaman herbal yang diduga bisa menolong meredakan gejala osteoporosis. Di antaranya merupakan red clover atau semanggi merah dan paku ekor kuda.

Dikabarkan dari penelitian yang diterbitkan dalam Evidence Based Complementary and Alternative Medicine, ekstrak semanggi merah diandalkan bisa menjadi obat herbal bagi pengidap osteoporosis.

Hasil penelitian hal yang demikian mengucapkan bahwa mengkonsumsi esktrak semanggi merah selama 12 pekan berefek bagus untuk kesehatan tulang wanita menopause. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa suplemen ini menolong melindungi tulang punggung dari efek penuaan tulang imbas umur dan osteoporosis.

Sementara, kandungan silikon di dalam paku ekor kuda diandalkan sanggup menolong mengurangi pengeroposan tulang. Kecuali itu, tanaman dengan nama latin Equisetum arvense ini juga diduga kuat dapat menstimulus regenerasi tulang.

Walaupun demikian itu, sebelum memakai kedua obat herbal ini, Anda perlu menentukan khususnya dulu keamanan dari pengaplikasiannya. Lebih bagus tanyakan terhadap dokter apakah aman memakai obat-obatan herbal dalam pengobatan osteoporosis.

Hindari pengaplikasian obat-obatan tanpa konsultasi dengan dokter khususnya dulu, bagus obat kimia ataupun obat herbal, demi keamanan dan kesehatan tulang Anda. Kecuali itu, dokter juga akan merekomendasikan Anda untuk memakai gaya hidup sehat untuk kesehatan tulang selama menjalani pengobatan untuk osteoporosis.