5 Jenis Obat untuk Mengatasi Insomnia – Insomnia bisa menyebabkan seseorang kesulitan untuk tidur. Ini 5 jenis obat tidur ampuh yang bisa mengobati insomnia. Insomnia merupakan gangguan tidur yang membuat penderitanya sulit untuk tertidur atau tidak tidur nyenyak. Kondisi ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan bagi sebagian orang, bahkan mengganggu kualitas hidupnya. Pemberian obat-obatan menjadi salah satu cara untuk mengatasinya. Biasanya, dokter akan memberikan obat resep mahjong ways 2 untuk membantu tubuh menjadi lebih rileks dan bisa tidur dengan nyenyak.

5 Jenis Obat untuk Mengatasi Insomnia

Nonbenzodiazepine (Obat Z)

Jenis obat tidur ini biasanya dikenal sebagai obat Z. Biasanya, obat ini diresepkan oleh dokter untuk membantu penderita insomnia agar bisa tertidur, terutama jika pasien tidak menderita insomnia yang kronis. Cara kerjanya hampir serupa dengan benzodiazepine. Namun, penggunaan obat ini dapat mengurangi efek samping dan potensi penyalahgunaan dari obat tidur.

Trazodone

Pada dasarnya, trazodone merupakan antidepresan. Akan tetapi obat ini sering digunakan untuk mengobati insomnia. Pasalnya, obat ini dapat menyebabkan kantuk, sehingga dokter mungkin akan memberikan resep dalam dosis rendah untuk membantu pasien agar lebih mudah tidur. Sayangnya, obat tidur ini juga menyebabkan efek samping, seperti muncul rasa kantuk di siang hari, sakit kepala, dan pusing. Pada pasien pria, minum trazodone mungkin bisa menimbulkan risiko lain, seperti ereksi berkelanjutan yang menyakitkan.

Antihistamin

Biasanya, antihistamin digunakan untuk mengobati demam atau alergi. Namun, obat ini bekerja dengan melawan bahan kimia yang diproduksi oleh sistem saraf pusat (histamin), sehingga dapat memberikan efek mengantuk. Beruntungnya, antihistamin merupakan salah satu obat tidur di apotek yang bisa dibeli secara bebas dan tanpa resep (OTC). Akan tetapi, tidak disarankan untuk menggunakannya secara rutin untuk mengobati insomnia.

Melatonin

Pada dasarnya, tubuh menghasilkan melatonin yang dapat mengontrol pola tidur seseorang. Untuk itu, mengonsumsi obat melatonin dapat membantu mengatasi masalah insomnia jangka pendek. Obat tersebut membuat seseorang akan tertidur lebih cepat dan kecil kemungkinannya untuk bangun di malam hari. Umumnya, melatonin digunakan untuk mengobati masalah tidur pada slot kamboja seseorang berusia 55 tahun ke atas.

Benzodiazepine

Benzodiazepine merupakan salah satu obat yang bekerja pada sistem saraf pusat. Obat ini telah digunakan sejak lama untuk mengatasi kondisi kejang dan insomnia. Obat tidur untuk insomnia ini berhubungan langsung dengan reseptor gamma-aminobutyric acid-A (GABA-A). Hal tersebut menyebabkan tubuh menjadi lebih rileks dan dapat mengatasi masalah tidur. Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), mengonsumsi benzodiazepine dalam jangka panjang dapat menimbulkan ketergantungan. Bahkan, kamu juga bisa berpotensi mengalami overdosis hingga kematian.